OMSTER In Ramma

oleh: Ole' Jie 

Kemana Omster community mengisi liburan lebaran? Ke Pantai, Gunung, ataukah nongkrong aja di basecamp. itulah yang dibahas nak Omster pada saat ngumpul menanti sahur sambil menikmati kambinglasuna + Kopi. "Naik gunung murah meriah" yang keluar dalam hasil keputusan kesepakatan bersama pada saat itu, yaitu Di lembah Ramma. Sebuah lembah luas berumput di kaki gunung Bawakaraeng. Dapat dicapai hanya dengan berjalan kaki dengan medan yang mendaki dan menurun bersama dengan pohon pinus yang siap menemani selama 3-4 jam dari Desa Lembanna. Bukit dan gunung yang memagari menjadi pemandangan..

Tentang Mountaineering

Melakukan petualangan baik itu menjelajahi alam (gunung, hutan,gua,sungai dan pantai),tempat-tempat bersejarah,dan melihat kesenian,budaya maupun mencicipi makanan khas daerah akan memperkaya wawasan kita dan banyak memberi pelajaran berharga. Melakukan berbagai petualangan dialam bebas seperti mendaki gunung, menembus hutan rimba, mengarungi jeram – jeram sungai dan memanjat tebing merupakan kegiatan bertualang yang sangat mendidik dan bermamfaat. Seperti halnya mendaki gunung suatu aktifitas yang menuntut fisik, mental, dan emosi sekaligus tentu bukanlah hal mudah. Dengan berbekal pengalaman dan terus mau belajar serta menerima nasehat dan masukan dari mana pun, kegiatan ini akan menjad lebih mudah.
Bermain dialam bebas membuat kita belajar bagaimana mengambil suatu keputusan dengan cepat, tepat, baik dan benar. Alam merupakan tempat yang luas sebagai ruang kelas kita untuk belajar. Gunung merupakan salah satu bagian dari alam yang indah, sekaligus keras dan extrim. Gunung bisa menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan, akan tetapi bias juga menjadi tempat yang membahayakan. Itu semua tergantung bagaimana kita mau menyikapi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam melakukan suatu pendakian. Kita bisa banyak belajar dari alam tentang bagaimana sikap saling berbagi dan memberi. Kita bisa memahami betapa pentingnya menjaga alam ini, sebagaimana gunung yang ternyata merupakan sebuah menara air alami yang sangat dibutuhkan oleh semua makhlik hidup. Begitu hutan rusak, terjadilah bencana besar yang setiap saat mengintai manusia. Begitulah alam mengajar kita.
Bertualang akan menjadi suatu kegiatan yang menarik, berkesan dan membekas dalam diri kita. Membentuk kepribaian dalam perkembangan perjalanan kedewasaan dan kehidupan bersosial kita. Karena dalam suatu petualangan, banyak sekali aspek kehidupan yang bisa dipelajari jika kita benar-benar mau belajar dan mencoba memahami semua yang dilihat, didengar dan dirasakan.
Gunung menjadi tempat yang menarik untuk dijelajahi karena menyimpan begitu banyak misteri dan berbagai kekayaan alam yang manakjubkan. Juga sebagai kawasan hutan yang menjadi penyuplai penting kebutuhan udara dan air bersih diwilayah – wilayah sekitarnya, serta kawasan yang dilalui anak – anak sungai yang berhulu dikawasan hutan dalam wilayah gunung tersebut. Gunung juga menjadi sumber biodiversity,serta tempat hidupnya berbagai hewan dan tumbuhan, bahkan sebagai endemik diwilayah gunung tersebut.
Keindahan dan keajaiban wilayah pegunungan juga menjadi obyek wisata yang kerap dikunjungi berbagai lapisan masyarakat. Baik itu para peneliti, penggemar kegiatan alam bebas, maupun mereka mereka yang sekadar mengagumi keindahannya saja.

Berdiri dipuncak gunung sebagai tempat tertinggi didaratan merupakan pengalaman luar biasa dan sulit untuk dilupakan. Menyaksikan matahari terbit dan terbenam kembali dengan suasana yang berbeda tentu akan menambah kekaguman kita pada yang menciptakanNYA. Menatap dunia dari puncak – puncak tertinggi, terkadang bagaikan berdiri diatas permadani awan yang maha luas dan menjadi pengalaman yang tak ternilai harganya. Udara bersih yang dihirup dari alam pegunungan dan berbagai kejadian selama kejadian selama perjalanan menjadi pengalaman manis yang tidak terlupakan. Dan semua hal lain yang dirasakan selama perjalanan merupakan bagian dari cara – cara menikmati alam ciptaan TUHAN dari sisi yang lain.
Berbagai pangalaman menarik yang berbeda – beda telah dilalui para pendaki. Dimana setiap orang mempunyai pengalaman sendiri ketika melaluinya. Namun semuanya mempunyai kesimpulan yang sama, yaitu betapa luas dan indahnya ciptaan TUHAN. Akhirnya kita akan merasa betapa kecilnya manusia dihadapan TUHAN.
Bukti – bukti sejarah seperti candi, arca dan makam kuno yang ditemukan didaerah pegunungan Indonesia, merupakan bukti bahwa kegiatan mendaki gunung di Indonesia telah dilakukan sejak berabad – abad lalu.

Geology

Sebuah gunung biasanya dihasilkan oleh pergerakan lempeng litosferik, baik gerakan atau orogenic gerakan epeirogenic। Para kekuatan tekanan, isostatic meningkatkan dan campur tangan kekuatan-kekuatan materi berapi batu ke atas permukaan, menciptakan Bentang alam sekitarnya lebih tinggi daripada fitur. Tinggi fitur baik membuat bukit atau, jika lebih tinggi dan lebih curam, sebuah gunung. Ketinggian absolut fitur disebut gunung dan bukit-bukit yang sangat bervariasi menurut daerah di daerah. Gunung utama cenderung terjadi dalam linear panjang busur, yang menunjukkan batas-batas lempeng tektonik dan aktivitas. Dua jenis gunung terbentuk tergantung pada bagaimana batu bereaksi terhadap kekuatan tektonik - blok gunung atau pegunungan lipat.

The Himalayan mountain range with Mount Everest।

Kekuatan tekanan di benua tumbukan dapat menyebabkan daerah kompresi menebal, sehingga permukaan atas dipaksa ke atas। Dalam rangka untuk menyeimbangkan berat dari permukaan bumi, sebagian besar batu terkompresi terpaksa ke bawah, memproduksi dalam "gunung akar" "Bumi", । Oleh karena itu gunung-gunung bentuk ke bawah maupun ke atas । Namun, dalam beberapa benturan kontinental bagian dari satu benua mungkin hanya menimpa bagian dari yang lain, meremas dalam proses।

Beberapa pegunungan terpencil diproduksi oleh gunung berapi, termasuk banyak rupanya pulau-pulau kecil yang mencapai ketinggian di atas dasar laut.

Blue Ridge Mountains di Taman Nasional Shenandoah, Virginia, USA


pegunungan diciptakan ketika daerah besar rusak secara luas oleh kesalahan membuat perpindahan vertikal besar। Kejadian ini cukup umum। Blok yang terangkat blok gunung atau horsts। Menjatuhkan selang blok ini disebut Graben: ini dapat kecil atau membentuk lembah perpecahan sistem ekstensif। Bentuk lanskap dapat dilihat di Afrika Timur, yang Vosges, yang Basin dan provinsi Kisaran Barat Amerika Utara dan lembah Rhine। Daerah-daerah ini sering terjadi ketika stres daerah adalah perpanjangan dan kerak bumi yang menipis।

Samudra pertengahan punggung sering disebut sebagai pegunungan bawah karena bathymetrik mereka menonjol.

Batu yang tidak kesalahan mungkin flip, baik simetris atau asymmetrically. Para upfolds adalah anticlines dan downfolds adalah synclines: di asimetris lipat ada juga mungkin yg berbaring dan lipatan terbalik. Dengan Jura Mountains adalah contoh lipat. Seiring waktu, erosi bisa membawa inversi lega: upthrust lunak rock aus sehingga anticlines sebenarnya lebih rendah daripada lebih keras, lebih dikompresi batu dari synclines.

bentuk dan karakteristik pegunungan

Pegunungan tinggi, maupun yang terletak dekat kutub bumi, mencapai ke lapisan yang lebih dingin dari atmosfer. Mereka tunduk pada glaciation akibatnya, dan erosi melalui tindakan embun beku. Proses tersebut menghasilkan bentuk puncak. Sebagian dari gunung-gunung ini memiliki danau-danau glasial, yang diciptakan oleh pencairan gletser misalnya, ada sekitar 3.000 danau gletser di Bhutan. Gunung-gunung dapat terkikis dan cuaca, mengubah karakteristik mereka dari waktu ke waktu.

Gunung Olympus di Yunani.


View pegunungan Alpen di swiss


Pegunungan tinggi memiliki kondisi iklim yang berbeda di bagian atas daripada di dasar, dan dengan demikian akan memiliki kehidupan yang berbeda zona pada ketinggian yang berbeda। Pada ketinggian tertinggi, pohon-pohon tidak bisa tumbuh, dan hidup apa pun yang mungkin akan hadir dari tipe alpine, yang menyerupai tundra. Tepat di bawah garis pohon, orang dapat menemukan hutan needleleaf Subalpine pohon, yang dapat menahan dingin, kondisi kering. Pada daerah dengan iklim kering, kecenderungan pegunungan memiliki curah hujan yang lebih tinggi serta temperatur yang rendah juga sangat cocok untuk berbagai kondisi , yang pada gilirannya menyebabkan perbedaan flora dan fauna. Beberapa tanaman dan hewan yang ditemukan di zona ini cenderung menjadi terisolasi sejak kondisi di atas dan di bawah zona tertentu akan menjadi tidak ramah dan dengan demikian contrain gerakan mereka atau dispersi. Di sisi lain, burung, yang mampu terbang, dapat mengambil keuntungan dari gunung habitat dan bermigrasi ke wilayah yang akan tidak menyediakan habitat yang sesuai. sistem ekologi yang terisolasi ini, atau microclimates, yang dikenal sebagai pulau langit.

Alasan gunung lebih dingin dari dataran rendah berkaitan dengan bagaimana matahari memanaskan permukaan bumi. Radiasi matahari diserap oleh tanah dan laut, dari mana kemudian memancarkan panasnya ke udara. Densitas udara berkurang pada ketinggian yang lebih tinggi, dan dengan penipisan atmosfer, efek isolasi udara berkurang, sehingga kurang panas retensi. Dengan demikian, suhu udara menurun dengan meningkatnya ketinggian pada tingkat umum, yang disebut tingkat selang, 5,5 ° C per 1.000 m (3 ° F per 3.000 kaki).

Gunung umumnya kurang disukai untuk tempat tinggal manusia dari dataran rendah; cuaca sering lebih keras, dan ada sedikit tanah datar cocok untuk pertanian. Pada ketinggian yang sangat tinggi, ada kurang oksigen di udara dan kurang perlindungan terhadap radiasi matahari (UV). Gunung akut penyakit (yang disebabkan oleh hipoksia - kurangnya oksigen dalam darah) mempengaruhi lebih dari setengah dari dataran rendah yang menghabiskan lebih dari beberapa jam di atas 3.500 meter (11.483 kaki).

Banyak gunung-gunung dan pegunungan di seluruh dunia telah ditinggalkan dalam keadaan alaminya, dan hari ini terutama digunakan untuk rekreasi, sementara yang lain digunakan untuk penebangan, pertambangan, merumput, atau melihat sedikit digunakan. Beberapa pegunungan menawarkan pemandangan dari puncak mereka, sementara yang lain padat berhutan. KTT aksesibilitas dipengaruhi oleh ketinggian, kecuraman, lintang, medan, cuaca. Jalan, lift, atau trem mempengaruhi aksesibilitas. Hiking, backpacking, mountaineering, panjat tebing, memanjat es, lereng ski, dan snowboarding adalah kegiatan rekreasi dinikmati di pegunungan. Pegunungan yang mendukung penggunaan rekreasi berat (terutama lereng ski) sering lokasi resort pegunungan.

Pegunungan yang terdiri dari bahan tanah dan batu. Lapisan paling luar bumi atau kerak bumi terdiri dari enam piring. Ketika dua lempeng bergerak atau berbenturan satu sama lain, luas wilayah daratan terangkat, sehingga pembentukan pegunungan. Tergantung pada proses geologis, seperti bagaimana gunung-gunung dibentuk dan karakteristik gunung itu, ada lima jenis utama pegunungan.

Lipat Pegunungan: Lipat pegunungan adalah jenis yang paling umum pegunungan. Contoh lipat adalah pegunungan Himalaya (Asia), Pegunungan Alpen (Eropa). Mereka terbentuk akibat tabrakan dua piring, melipat menyebabkan kerak bumi. Flip yang turun di kedua belah pihak disebut anticline sedangkan, flip yang naik dari titik terendah yang umum (di kedua belah pihak) disebut syncline.

Fault-Block Mountains: Seperti namanya, kesalahan-kesalahan gunung atau pegunungan blok blok terbentuk ketika bahan batu slide sepanjang kesalahan dalam kerak bumi. Ada dua jenis blok gunung, yaitu mengangkat dan dimiringkan. Di bekas tipe, gunung ini memiliki dua sisi yang curam, padahal tipe miring memiliki satu sisi yang curam dan lembut sisi miring. Contoh kesalahan-blok gunung adalah pegunungan Sierra Nevada (Amerika Utara).

Pegunungan vulkanik: gunung-gunung vulkanik yang terbentuk akibat letusan gunung berapi, untuk misalnya Gunung Fuji (Jepang). Mereka terbentuk ketika magma gunung berapi meletus dan tumpukan di atas permukaan bumi.

Kubah Pegunungan: Kubah pegunungan yang terbentuk ketika magma panas yang naik dari mantel dan sedimen di atasnya uplifts lapisan kerak bumi. Dalam proses, magma tidak meletus, tetapi mendingin turun dan membentuk inti dari gunung. Contoh kubah gunung adalah Gunung Navajo di Utah. Mereka disebut kubah pegunungan karena penampilan mereka yang menyerupai bentuk kubah.

Pegunungan Dataran tinggi: Dataran tinggi pegunungan pseudo pegunungan yang terbentuk karena erosi. Contoh gunung adalah dataran tinggi Pegunungan Catskill (New York). Mereka biasanya terjadi di dekat pegunungan lipatan.

Ada juga beberapa gunung yang terbentuk sebagai hasil dari banyak kekuatan bumi. Meskipun Rockies di Amerika Utara dibentuk karena lipat, ada gunung-gunung di kisaran yang sama yang dibentuk oleh faulting dan doming. Di alam, ada proses yang terus-menerus glaciation, erosi tanah, dan pelapukan mekanik dan kimia, yang sekaligus memainkan peran utama dalam mengubah bentuk dan karakteristik pegunungan.

Mount Damavand,iran & Azerbaijan.

Sebuah gunung adalah Bentang alam besar yang membentang di atas tanah sekitarnya di wilayah yang terbatas biasanya dalam bentuk puncaknya. Sebuah gunung umumnya lebih curam dari sebuah bukit. Gunung kata sifat digunakan untuk menggambarkan daerah pegunungan dan hal-hal yang terkait dengan mereka. Studi tentang gunung Orography.

Berurusan dengan planet Exogeology gunung, yang di cabang ilmu pengetahuan yang biasanya disebut montes (singular - mons). Gunung tertinggi di dunia adalah Gunung Everest (ketinggian 8.848 m). Dikenal gunung tertinggi di Tata Surya adalah Olympus Mons di planet Mars di 21.171 m (69.459 ft).

Mount Damavand, Iran

Five Finger Mountain, Azerbaijan.

Tidak ada definisi yang diterima secara universal-gunung. Elevasi, volume, lega, kecuraman, penjarangan dan kontinuitas telah digunakan sebagai kriteria untuk mendefinisikan sebuah gunung. Dalam Kamus Inggris Oxford gunung didefinisikan sebagai "sebuah ketinggian alami permukaan bumi naik kurang lebih tiba-tiba dari sekitar tingkat dan mencapai ketinggian yang relatif dengan ketinggian yang berdekatan, sangat mengesankan atau penting.

Di Amerika Serikat, poin-poin berikut pengukuran telah digunakan dan diajarkan di kelas geografi: [rujukan?]

* Flat ke 500 kaki, pangkal ke titik tertinggi - Rolling Plain
* Titik tertinggi 501-999 meter di atas basis - Hill
* Titik tertinggi 1000 meter atau lebih di atas dasar - Mountain

Apakah Bentang alam disebut gunung mungkin tergantung pada penggunaan di kalangan masyarakat setempat. Titik tertinggi di San Francisco, California, disebut Gunung Davidson, meskipun dengan ketinggian 990 meter, yang membuatnya sepuluh kaki pendek minimum untuk sebutan gunung di Amerika.

Pegunungan Himalaya



Pegunungan Himalaya
Pegunungan Himalaya adalah area pegunungan tertinggi dan tersulit di dunia. Dibandingkan empat belas puncak tertinggi di dunia, tidak ada yang lebih terkenal dibandingkan Gunung Everest, bahkan disetarakan dengan perjuangan luar biasa manusia melawan alam. Peta dari pegunungan Himalaya menunjukkan bahwa gunung-gunungnya terbentang melintasi enam negara yang terpisah-pisah, namun banyak puncak utama berada di perbatasan Tibet ke barat, dimana di sana akan bertemu dengan Nepal. Di sini Anda akan menemukan dua gunung yang paling terkenal, gunung Himalaya dan K2, yang terakhir dipandang jauh lebih sulit didaki. Meskipun peta pegununan Himalaya menunjukkan beberapa puncak ada di tanah China, puncak berawan di Xinjang sebenarnya hanya beberapa ribu lebih pendek dari gunung Everest.
Bagi mereka yang mampu mendaki pendakian-pendakian pendek, ada ribuan danau tenang yang dapat ditemukan di pegunungan Himalaya, yang terbesar adalah Pangong, dan terletak di perbatasan Nepal-China. Bagaimanapun hanya sedikit jalur pendakian menuju Himalaya yang diijinkan untuk didaki. Jalur yang paling mudah (tentunya ini relatif sekali) adalah cabang-cabang dari Jalur Sutera, jalan setapak Jelep Ja dan Nathu La.
Pegunungan Himalaya
Meski kebanyakan para wisatawan yang mengunjungi China tidak terlalu tertarik mendaki hingga ke puncak gunung-gunung raksasa ini, perjalanan kadang-kadang hingga mendaki gunung-gunung ini, Tetapi trekking ke Himalaya memang kebanyakan tidak disarankan. Bahkan puncak yang terkecilpun seringkali terlalu sulit bagi pendaki berpengalaman sekalipun, dan perjalanan apapun sudah harus dipersiapkan sematang mungkin jauh-jauh hari sebelumnya, belum menyebutkan segala bentuk peralatan yang sudah harus tersedia di kaki gunung China. Kebanyakan base camp berlokasi di perbatasan Tibet, salah satu yang menjadi pusatnya bernama Everest Base Camp. Terletak di jalan antara Lhasa dan Kodari, camp ini, bersama guest house yang berdekatan, dibangun bagi mereka yang ingin memperoleh pemandangan terdekat atas pegunungan yang menjulang tinggi. Sayangnya, bagi kebanyakan orang pegunungan Himalaya memang hanya untuk dijadikan obyek pemandangan saja. Tenggelam dalam salju di puncaknya, pegunungan ini memang tidak ada bandingannya dengan pegunungan manapun di dunia, bagi para pecinta alam sejati akan terus mencoba mencari jalan menuju kaki gunung-gunung ini, merasakan kesegaran dan kemegahan pemandangan alam yang sungguh menakjubkan.
Pegunungan Himalaya

Sejarah Mountainering

Sebagian dari sejarah Mountaineering
1492
Sekelompok orang Perancis di bawah pimpinan Anthoine de Ville mencoba memanjat tebing Mont Aiguille (2097 m), dikawasan Vercors Massif. Tak jelas benar tujuan Mereka, tetapi yang jelas, sampai beberapa dekade kemudian, orang-orang yang naik turun tebing-tebing batu di Pegunungan Alpen adalah para pemburu chamois, sejenis kambing gunung. Jadi mereka memanjat karena dipaksa oleh mata pencaharian, kurang lebih mirip para pengunduh sarang burung walet gua di tebing-tebing Kalimantan Timur atau Karang Bolong, Jawa Tengah.

1623
Yan Carstensz adalah orang Eropa pertama yang melihat \".....pegunungan yang sangat tinggi, di beberapa tempat tertutup salju !\" dipedalaman Irian. Salju itu sangat dekat ke khatulistiwa. Laporannya takdipercaya di Eropa, padahal belum lama berselang diberitakan ada juga salju di Pegunungan Andes dekat khatulistiwa.

1624
Masih berkaitan dengan pekerjaan juga, pastor-pastor Jesuit merupakan orang-orang Eropa pertama yang melintasi Pegunungan Himalaya, tepatnya Mana Pass (pass = pelana/punggungan yang terentang antara dua puncak), dan Garhwal di India ke kawasan Tibet.

1760
Profesor de Saussure agaknya begitu jatuh cinta pada Mont Blanc diperbatasan Perancis-Italia, sehingga dia menawarkan hadiah besar bagi siapa saja yang dapat menemukan lintasan ke puncaknya, untuk penyelidikan ilmiah yang diimpikannya. Sayang tak ada yang tertarik, terutama karena keder terhadap naga-naga yang konon mbaurekso di puncak gunung tertinggi di Eropa Barat itu.

1786
Setelah beberapa percobaan gagal, Puncak Mont Blanc (4807 m) digapai manusia. Mereka adalah Dr.Michel-Gabriel Paccard dan seorang pandu gunung, Jacques Balmat. Puncak tertinggi di Alpen yang didaki sebelumnya adalah Lysjoch (4153 m), tahun 1778.

1830
Alexander Gardiner melintasi Pelana Karakoram dari Sinkiang di Cina ke wilayah Kashmir di India.

1852
Ahli-ahli ukur tanah di India berhasil menentukan ketinggian Puncak XV, 8840 meter. Berarti puncak tertinggi di dunia, mengalahkan Puncak VIII (Kangchenjunga, 8598 m) yang sebelumnya dianggap paling tinggi. Puncak XV itu lalu diberi nama Everest (padahal aslinya orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, atau Chomolungma kata orang Tibet). Belakangan ketinggiannya dikoreksi, 8888 meter, lalu dikoreksi lagi menjadi 8848 meter, sampai sekarang.

1854
Batu pertama Zaman Keemasan dunia pendakian di Alpen, diletakkan oleh Alfred Wills dalam pendakiannya ke Puncak Wetterhom (3708 m), cikal bakal pendakian gunung sebagai olah raga.

1857
Alpine Club yang pertama berdiri, di Inggris.

1858
Ketinggian K2 (singkatan Karakoram nomer 2) terukur, 8610 meter, menggeser lagi kedudukan Kangchenjunga menjadi juara tiga.

1865
Dinding selatan Mont Blanc dipanjat untuk pertama kali lewat lintasan Old Brenva, menandai lahirnya panjat es (ice climbing). Sementara itu di Alpen bagian tengah, Edward Whymper dan enam rekannya berhasil menggapai Puncak Matterhorn (4474 m)di Swiss. Tetapi 4 anggota tim, yang saling terikat dalam satu tali, tewas dalam perjalanan turun, ketika salah seorang terpeleset jatuh dan menyeret yang lain. Musibah ini mengakhiri 11 tahun Zaman Keemasan. Tak urung lebih dari 180 puncak besar telah
didaki dalam masa itu, sedikitnya satu kali, dan lebih dari setengahnya oleh orang-orang Inggris.

1874
WA Coolidge mendaki Puncak Jungfrau dan Wetterhorn di musim dingin, sehingga digelari Bapak Winter Climbing. Pada tahun 1870-an ini muncul trend baru, pendakian tanpa pemandu, yang segera menjadi ukuran kebanggaan di antara pendaki.

1878
Regu yang dipimpin Clinton Dent berhasil memanjat Aiguille du Dru di Perancis, memicu trend baru lagi, yaitu pemanjatan tebing-tebing yang tak seberapa tinggi namun curam dan sulit.

1883
WW Graham menjadi orang Eropa pertama yang mengunjungi Pegunungan Himalaya dengan tujuan mendaki gunung sebagai olahraga dan petualangan. Dia mendaki beberapa puncak rendah di kawasan Nanda Devi dan Sikkim India, bahkan konon berhasil mencapai Puncak Changabang (6864 m).

1895
Percobaan pertama mendaki gunung berketinggian di atas 8000 meter, Nanga Parbat (8125 m), oleh AF Mummery. Orang Inggris yang sering disebut Bapak Pendakian Gunung Modern ini hilang pada ketinggian sekitar 6000 meter.

1899
Ekspedisi Belanda pembuat peta di Irian menemukan kebenaran laporan Yan Carstensz, yang dibuat hampir 3 abad sebelumnya. Maka namanya diabadikan di situ.

1902
Percobaan pertama mendaki K2, oleh ekspedisi dari Inggris.

1907
Ekspedisi di bawah Tom Longstaff mendaki Trisul (7120 m), puncak 7000-an yang pertama. Longstaff adalah orang pertama yang mencoba penggunaan tabung oksigen dalam pendakian.

1909
Ekspedisi Persatuan Ahli Burung dari Inggris (BPUE) memasuki rawa-rawa sebelah selatan kawasan Carstensz. Dalam 16 bulan mereka kehilangan 16 orang anggota mati dan 120 sakit.

1910
Karabiner buat pertama kali dipakai dalam pendakian gunung, diperkenalkan oleh pemanjat-pemanjat dari Munich, Jerman Barat, diilhami oleh penggunaannya dalam pasukan pemadam kebakaran.

1912
Eks anggota ekspedisi BPUE 1090, Dr.AFR Wallaston, kembali ke Irian bersama C.Bodden Kloss, dengan 224 kuli pengangkut barang dan serdadu. Tiga jiwa melayang.

1921
George L.Mallory dkk. berhasil sampai di North Col Everest dalam perjalanan penjajagan mereka dari sisi Tibet.

1922
Usaha pertama mendaki Everest berakhir pada ketinggian 8320 meter di punggungan timur laut.

1924
Mallory dan Irvine yang kembali mencoba Everest, hilang pada ketinggian sekitar 8400 meter. Rekannya, Edward Norton, mencapai 8570 meter, rekor waktu itu, sendirian dan tanpa bantuan tabung oksigen.

1931
Schmid bersaudara mencapai Puncak Matterhorn lewat dinding utara, sekaligus melahirkan demam North Wall Climbing. Peningkatan taraf hidup di Inggris dan Eropa daratan pada umumnya, menimbulkan perubahan pola penduduk kota melewatkan waktu luangnya, menyebabkan populernya panjat tebing.

1932
Grivel memperkenalkan cakar es (crampoon) model 12 gigi, yang karena efektifnya tetap disukai hingga kini.

1933
Comici dari Italia memanjat overhang dinding utara Cima Grande Lavredodi kawasan Dolomite, Alpen Timur, menandai aid climbing yang pertama. Sekitar tahun ini pula sol sepatu Vibram ditermukan oleh Vitale Bramini.

1936
Dr.A.H.Colijn, manajer umum perusahaan minyak Belanda dekat Sorong, dan geolog DrJ.J.Dozy, menemukan bijih tembaga di kawasan dinding timur Gletser Moriane, tak jauh dari kawasan Carstensz, Irian.

1937
Bill Murray mengubah tongkat pendaki yang panjang menjadi kapak es, menandai lahirnya panjat es modern.

1938
Dinding utara Eiger di Swiss akhirnya berhasil dipanjat, oleh tim gabungan Jerman Barat dan Austria, yang oleh Hitler diiming-imingi dengan medali emas olympiade. Dinding maut ini sebelumnya telah menelan cukup banyak korban, dan berlanjut hingga kini. .

1941
Ekspedisi Archbold \'menemukan\' Lembah Baliem, kantung suku Dani dengan tingkat kebudayaan yang amat tinggi, di tengah belantara yang seolah tak berbatas dan tak tertembus. Irian kian jadi perhatian ilmuwan-ilmuwan dunia.

1949
Nepal membuka perbatasannya bagi orang luar.

1950
Tibet dicaplok Cina. Pendakian Himalaya dari sisi ini tak diperkenankan lagi. Maurice Herzog memimpin ekspedisi Perancis mendaki Annapurna (8091m), puncak 8000-an yang pertama, menandai awal 20 tahun Zaman Keemasan pendakian di Himalaya. Di Alpen, tali nilon mulai dipergunakan. Sebelumnya, tali serat tumbuhan hampir tak memiliki kelenturan, sehingga ada\'hukum\' bahwa seorang leader tak boleh jatuh, sebab hampir pasti pinggangnya patah tersentak. Pakaian bulu angsa mulai membuat malam-malam di bivouac lebih nyaman.

1951
Don Whillan menemukan pasangannya, Joe Brown, duet pemanjat terkuat yang pemah dimiliki Inggris. Panjat bebas (free climbing) gaya Inggris menjadi tolok ukur dunia panjat tebing. Walter Bonatti dkk. menyelesaikan dinding timur Grand Capucin, awal aid climbing pada tebing yang masuk kategori big wall. Bermula di Inggris, terjadi Revolusi Padas. Tebing batu gamping ternyata tak serapuh yang selama itu disangka. Tebing-tebing granit dan batuan beku lainnya mendapat saingan.

1952
Herman Buhl solo di dinding timur laut Piz Badile di Swiss, dalam waktu 4 1/2 jam. Inilah nenek moyang speed climbing. Rekor waktu pada rute tersebut, yang dibuat tahun 1937, 52 jam !

1953
Herman Buhl dkk. menggapai Puncak Nanga Parbat (8125 m), puncak 8000-an kedua yang didaki orang. Sir Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay yang tergabung dalam suatu ekspedisi Inggris, menjadi manusia-manusia pertama yang berdiri di puncak atap dunia, Everest.

1954
Ekspedisi Inggris sukses di Kangchenjunga, ekspedisi Perancis sukses di Makalu (8463 m). Di Alpen, Don Whillan dan Joe Brown mencatat dinding Barat Aiguille du Dru dalam 2 hari, rekor lagi.

1955
Walter Bonatti solo pilar barat daya du Dru 6 hari.

1956
Ekspedisi Jepang berhasil mendaki Manaslu (8163 m). Jepang segera menjadi salah satu negara besar dalam dunia pendakian di Himalaya.

1957
Herman Buhl dan tim Austria mencapai Puncak Broad Peak (8047 m), sekaligus mematok pendakian pertama gunung 8000-an dengan alpine tactic.

1958
Lapangan terbang perintis dibuka pada beberapa lokasi di Irian, membangkitkan semangat para pendaki gunung untuk menjajal Carstensz, sang perawan salju di khatulistiwa.

1960
Claudio Barbier dari Belgia solo ketiga dinding utara di Tre Cima Laverdo dalam 1 hari. Pertama kali speed climbing menggunakan teknik gabungan free dan aid climbing.
Helm mulai sering digunakan para pemanjat tebing. Harness menjadi wajib, menyusul kematian seorang pemanjat Inggris di Dolomite. Harness pertama yang diproduksi massal dan dijual untuk umum terbuat dari webbing, merek Tankey. Tebing 48 Citatah mulai digunakan sebagai ajang latihan bagi pasukan Angkatan Darat kita.

1961
Ekspedisi dari Selandia Baru coba mendaki Carstensz Pyramide tapi mengalami kegagalan sebab keterlambatan dukungan logistik lewat jembatan udara.

1962
Puncak Cerstensz Pyramide akhirnya berhasil digapai oteh tim Heinrich Heiner. Juga Puncak Eidenburg didekatnya, oleh ekspedisi yang dipimpin oleh Phillip Temple.
Awal pemakaian baut tebing di Alpen; Tebing pantai mulai diminati. Pemanjat Amerika Serikat mulai bicara di Alpen, diawali Hemmings dan Robbins yang menciptakan lintasan super sulit di dinding barat du Dru.

1963
Tim gabungan Inggris-AS memanjat dinding selatan Aiguille du Fou, hardest technical climbing di Alpen waktu ilu, dengan teknik-teknik aid climbing gaya AS. Kode etik dalam panjat tebing mulai banyak diperdebatkan di rumah-rumah minum. Pemanjatan solo pertama Eiger Nordwand, oleh Michel Darbellay, dalam satu hari. Bonatti dan Zapelli menyantap mix climbing (ice dan rock) tersulit di Alpen, dinding utara Grand Pilier d\'Angle di Mont Blanc. Seorang ahli gletser yang baru kembali dari Antartika berusaha mendaratkan pesawat terbangnya di di Puncak Jaya, dekat Carstensz. Untung angin kencang mengurungkan niatnya, sebab salju tebal di sana terlalu lunak sebagai landas
pacu. Tapi buntutnya, dua pesawat DC 3 kandas di lereng utara dan selatannya, pada ketinggian sekitar 4300 meter.

1964
Ekspedisi Cina berhasil mendaki Shisha Pangma (8046 m)di Tibet, satu-satunya puncak 8000-an yang terletak diluar Nepal dan Pakistan (Karakoram). Beberapa pendaki Jepang serta 3 orang ABRI, Fred Athaboe, Sudarto dan Sugirin, yang tergabung dalam Ekspedisi Cendrawasih, berhasil mencapai Puncak Carstensz (4884 m) di Irian. Dua perkumpulan pendaki gunung tertua lahir, Mapala Ul di Jakarta dan Wanadri di Bandung. Tahun ini dianggap awal sejarah pendakian gunung di Indonesia.

1965
Seratus tahun pendakian pertama Matterhorn diperingati dengan peliputan pendakian Hornli dkk. Oleh BBC/TV sampai ke puncak. Untuk pertama kalinya pendakian gunung maupun panjat tebing menjadi olahraga yang juga dapat \'ditonton\' orang banyak.
Robbins dan John Harlin dri AS bikin lintasan lurus di dinding barat du Dru, mendemonstrasikan keunggulan pemanjat AS dalam pemanjatan panjang dan berat. Pemerintah Nepal menutup pendakian Himalaya di wilayahnya.

1967
Revolusi bagi para pemanjat es. Chouinnard memperkenalkan kapak es berujung lengkung, dan McInnes menawarkan jenis Terodactyl. Lahirnya sekrup es berbentuk pipa meningkatkan standar pemanjatan ice climbing. Penggunaan tali kernmantle dipelopori oleh Inggris.

1968
Nafas segar bagi para pendaki, sejumlah lapangan terbang milik misi Katolik dibuka (di Irian). Tapi dasar sial, hampir bersamaan dengan itu Pemerintah Rl tidak lagi mengeluarkan izin pendakian di kawasan Carstensz.

1969
Reinhold Messner keluar dari pertapaannya di tebing-tebing Alpen Timur, meluruk ke barat, menyikat dinding es raksasa tes Drotes dalam waktu 81/2 jam solo, membuyarkan rekor sebelumnya, 3 hari. Pemanjat-pemanjat Jepang mulai membanjiri pasaran di Alpen, antara lain bikin lintasan baru di Eiger. Sensus yang dilakukan British Mountaineering Club (BMC) mengatakan, ada 45.000 pemanjat dan 500.000 walkers, di Inggris saja. Nomer perdana majalah \'Mountain\' beredar, menjadi media pendaki
gunung dan pemanjat tebing pertama yang beredar luas dalam bahasa Inggris, sehingga banyak mempengaruhi perkembangan lewat perdebatan dan opini. Pemerintah Nepal membuka kembali wilayahnya bagi pendakian Himalaya, dengan beberapa peraturan baru dan membatasi pendakian pada puncak-puncak yang terdaftar dalam permitted peaks saja. Agen-agen trekking komersial tumbuh dan berjibun seperti kutu yak, menggelitik kelompok-kelompok kecil dari luar \'main-main\' di Himalaya dengan mudah dan murah. Soe Hok Gie dan ldhan Lubis gugur di Gunung Semeru, terkena gas
beracun.

1970
Dinding Selatan Annapurna dirambah tim Inggris, menggunting pita pembukaan era pendakian jalur-jalur sulit di gunung-gunung besar. Tingkat kesulitan lintasan menjadi lebih penting dari pada sekedar mencapai puncak. Ini tak lepas dari kian canggihnya perlengkapan panjat es, kecepatan pemanjatan meningkat drastis. Di Alpen artificial climbing tambah populer dan kaya teknik. Kurang lebih tahun ini pula lahir cabang panjat dinding. Tebing buatan yang pertama dikenal orang kemungkinan besar didirikan di Universitas Leeds,Inggris. Perancangnya Don Robinson, yang kemudian juga merancang dinding panjat di Acker\'s Trust, Birmingham, dinding panjat pertama yang diklaim mampu menampung segala pegangan, pljakan dan gerakan panjat tebing,
sekaligus menawarkan bentuk sculpture yang artistik. Sejalan dengan itu, bentuk-bentuk latihan terpisah dalam panjat tebing mulai menggema. Salah seorang pelopornya ialah Pete Livesey, pemanjat yang juga pecinta speleologi dan olahraga kano, serta punya dasar di atletik sebagai pelari. Pete tahu benar pentingnya latihan spesifik bagi
jenis-jenis olahraga tersebut. Dan dia mencoba menerapkan prinsip yang sama pada panjat tebing. Pelan tapi pasti, panjat tebing mulai dipandang lebih sebagai kegiatan atletis, ketimbang sekedar \'hura-hura di tebing\'. Tak lagi memadai semboyan \'best training for climber is climbing\', apalagi hanya dengan memupuk kejantanan lewat gelas-gelas bir, seperti yang selama & dianut.

1971
Kawasan Carstensz kembali dibuka untuk pendakian, segera diserbu oleh ekspedisi-ekspedisi dari Australia, Jerman, AS, bahkan Hongkong. Tahun ini pula Mapala UI berhasil mencapai Puncak Jaya, antara lain oleh Herman O. Lantang dan Rudy Badil, orang-orang sipil Indonesia pertama.

1972
Untuk pertama kalinya panjat dinding masuk dalam jadwal olimpiade, yaitu didemonstrasikan dalam Olympiade Munich.

1974
Pasangan Reinhold Messner dan Peter Habeler mendaki Hidden Peak (8068m) di Karakoram, 3 hari dengan Alpine push, kemudian memecahkan rekor kecepatan Eiger, 10 jam.

1975
Ekspedisi dari Jepang menjadi tim wanita pertama yang menjejakkan Puncak Everest. Sementara itu Cina mengirimkan tim pertamanya, dari punggungan timur laut. Perlengkapan panjat es kian lengkap, lalu ramalan cuaca kian akurat dengan intervensi komputer. Akibatnya, seolah tak ada lagi pelosok Alpen yang terpencil. Namun, bercak-bercak kapur magnesium mulai terasa merisihkan tebing-tebing di Inggris dan Eropa daratan, kebanyakan dituduhkan sebagai ulah pemanjat-pemanjat \'hijau\', yang mengobral magnesium pada lintasan-lintasan yang seharusnya bisa dilampaui tanpa bubuk itu.

1976
Harry Suliztiarto tak sanggup lagi menahan obsesinya, dengan tali nilon dia mulai latihan panjat memanjat di Citatah, dan dibelay oleh pembantu rumahnya. Patok pertama panjat tebing modern di Indonesia.

1977
Skygers Amateur Rock Climbing Group didirikan di Bandung oleh Harry Suliztiaito, Agus Resmonohadi, Heri Hermanu, Deddy Hikmat. Inilah awal tersebarnya kegiatan panjat tebing di Indonesia. Ekspedisi Selandia Baru coba mendaki Everest tanpa bantuan sherpa. Mereka cuma sampai South Col, tapi mereka mereka seolah memukul gong yang gaungnya merantak ke mana-mana, \'ekspedisi berdikari\'. Yang pro
mengganggapnya sebagai kejujuran yang wajib, yang kontra melecehkannya sebagai kesia-siaan yang konyol. Perdebatan tak selesai hingga kini.


1978
Messner & Habeler menggegerkan dunia kangouw Himalaya dengan pendakian Everest tanpa bantuan tabung oksigen. Tambah geger ketika Messner bersolo karier di Nanga PQrtied dalam waktu 12 hari. Pendakian solo ini oleh banyak pakar dianggap lebih penting daripada pendakian tanpa oksigennya. Pemerintah Nepal menambahkan beberapa permitted peaks.

1979
Harry Suliztiarto memanjat atap Planetarium, Taman Ismail Marzuki.

1980
Tebing Parang untuk pertama kalinya oleh tim ITB, di bawah pimpinan Harry Sulisztiarto. Wanadri untuk pertamakalinya menyelenggarakan ekspedisi ke Carstensz di Pegunungan Jayawijaya. Skygers menyelenggarakan sekolah panjat tebing untuk pertama kalinya. Sampai kini belum ada lagi kelompok yang membuat pendidikan panjat tebing untuk umum seperti ini. Pemerintah Nepal membuka kesempatan pendakian musim dingin, di samping musim semi dan musim gugur. Kian banyak kaki meratakan jalan-jalan setapak dipelbagai pelosok Himalaya, kikan tinggi sampah menumpuk di
sana-sini. Sebagai gantinya, konon mata uang asing makin deras mengalir ke sana. Tapi siapa yang tambah kaya?

1981
Dua ekspedisi Indonesia sekaligus di dinding Selatan Carstensz, Mapala Ul dan ITB. Salah seorang anggota tim Mapala Ul, Hartono Basuki, gugur di sini. Jayagiri dari Bandung mengirimkan Danardana mengikuti sekolah pendaki gunung di Glenmore Lodge, Skotlandia, dilanjutkan pendakian Matterhorn di Swiss.

1982
Jayagiri kembali mengirimkan orang, Irwanto, ke sekolah pendakian di ISM, Swiss, dilanjutkan ekspedisi 4 orang ke Mont Blanc di Perancis, dan Matterhorn serta Monte Rosa di Swiss. Ahmad dari kelompok Gideon Bandung tewas terjatuh di Tebing 48 Citatah, korban pertama panjat tebing di Indonesia.

1984
UGM (Mapagama) mengirimkan Tim Ekspedisi Gajah Mada ke Irian Jaya. Tim panjatnya berhasil mencapai puncak Carstensz Pyramide melalui jalur normal. Tebing Lingga di Trenggalek, Jawa Timur, serta tebing pantai Uluwatu diBali, berhasil dipanjat oleh kelompok Skygers bersama GAP (Gabungan Anak Petualang) dari Surabaya.

1985
Tebing Serelo di Lahat, Sumatra Selatan, berhasil dipanjat oleh tim yang menamakan dirinya Ekspedisi Anak Nakal. Ekspedisi Mapala Ul gagal mencapai Puncak Chulu West (6584 m) di Himalaya, Nepal. Ekspedisi Jayagiri gagal memanjat Eiger Nordwand.

1986
Kelompok gabungan Exclusive berhasil memanjat Tebing Bambapuang diselatan Toraja, Sulawesi Selatan. Ketompok UKL (Unit Kenal Lingkungan) Univeritas Pajajaran Bandung
memanjat tebing Gunung Lanang di Jawa Timur. Pemanjat-pemanjat Jayagiri Bandung merampungkan Dinding Ponot di air terjun Sigura-gura, Sumatera Utara. Ekspedisi Jayagiri mengulang pemanjatan Eiger, berthasil, menciptakan lintasan baru. Mapala Ul mengirimkan ekspedisi ke Puncak Kilimanjaro (5895 m) di Afrika antara lain Don Hasman (Wartawan Mutiara). Kompetisi panjat tebing pertama di dunia diselenggarakan di Uni Soviet, di tebing alam, dan sempat ditayangkan juga oteh TVRI.

1987
Empat Anggota Ekspedisi Aranyacala Universitas Trisakti tewas diserang Gerombolan Pengacau Irian dalam perjalanan menuju Jayawaijaya. Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Batu Unta diKalimantan Barat. Kelompok Trupala memanjat tebing Bukit Gajah di Jawa Tengah. Sepikul di Jawa Timur disantap Skygers.
Beberapa ekspedisi dan pendaki Indonesia dikirimkan keluar negeri. Mapala Ul ke Puncak Chimborazo (6267 m)dan Cayambe (gagal) di Pegunungan Andes, Amerika Selatan. Ekspedisi Wanita Indonesia Mendaki Himalaya ke lmja Tse, Himalaya, hampir bersamaan dengan dua anggota Ekspedisi Jayagiri Saddle Marathon yang sedianya berambisi memanggul sepeda ke puncak namun terhadang birokrasi Nepal. Di Afrika, ekspedisi sepeda ini berhasil mencapal puncak tertingginya, Kilimanjaro (5895 m) dan Mount Kenya (5199 m, tanpa sepeda). Ekspedisi Wanadri gagal mencapai Puncak Vasuki Parbat (6792 m) diGarhwal Himalaya, India. Lomba panjat tebing pertama di Indonesia dilaksanakan di tebing pantai Jimbaran di Ball.

1988
Dinding panjat buat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, dibawa oleh 4 atlet pemanjat Prancis yang diundang atas kerjasama Kantor Menpora dengan Kedubes Perancis di Jakarta. Mereka juga sempat memberikan ilmu lewat kursus singkat kepada pemanjat-pemanjat kita. Bersamaan, lahir Federasi Panjat Gunung & Tebing Indonesia, diketuai Harry Suliztiarto. Untuk pertama kalinya disusun rangkaian kejuaraan untuk memperebutkan Piala Dunia Panjat Dinding yang direstui dan diawasi langsung oleh UIAA (badan Internasional yang membawahi federasi-federasi panjat tebing dan
pendaki gunung), diawali dengan kejuaraan di Snowbird, Utah, AS. Ekspedisi panjat tebing pertama yang dilakukan sepenuhnya oleh wanita, Ekspedisi Putri Parang Aranyacala, Tower III. Sedangkan kelompok putranya memanjat Tebing Gunung Kembar di Citeureup, Bogor. Ekspedisi UKL Unpad Bandung di Batu Unta, Kalbar, kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang jatuh bebas. Speed climbing pertama di Indonesia dilakukan oleh Sandy & Jati, di dinding utara Parang, 3 jam.
Sekaligus merupakan pemanjatan big wall pertama tanpa menggunakan alat pengaman sama sekali, keduanya hanya dihubungkan dengan tali. Lomba panjat \'tebing buatan\' pertama dilakukan di Bandung, mengambil dinding gardu listrik. Ekspedisi Wanadri berhasil menempatkan 3 pendakinya di Puncak Pumori (7145 m) di Himalaya, Nepal, disusul pasangan Hendricus Mutter dan Vera dari Jayagiri mendaki Imja Tse (6189 m), tanpa bantuan sherpa. Lalu di Alpen, Ekspedisi Jayagiri Speed Climbing gagal memenuhi target waktu 2 hari pemanjatan dinding utara Eiger, mulur menjadi 5 hari.
Sedangkan ekspedisi dari Pataga Jakarta berhasil menciptakan lintasan baru di dinding yang sama. Di Yosemite, AS, Sandy Febyanto dan Jati Pranoto dari Jayagiri memanjat
Tebing Half Dome (gagal memecahkan retor John Bachar & Peter Croft 4,5 jam) dan Tebing El Capitan (gagal memecahkan rekor 10,5 jam).

1989
Awal tahun dunia panjat tebing Indonesia merunduk dilanda musibah, gugurnya salah satu pemanjat terbaik Indonesia, Sandy Febyanto, jatuh di Tebing Pawon, Citatah. Tapi tak lama, semangat almarhum seolah justru menyebar ke segala penjuru, memacu pencetakan prestasi panjat tebing di Bumi Pertiwi ini. Tim Panjat Tebing Yogyakrta / TPTY melakukan ekspedisi ke Dinding Utara Carstensz tetapi gagal mencapai puncak secara direct, namun jalur normal Carstensz berhasil dipanjat sebelumnya. Kembali kawasan Citeureup dirambah anak Aranyacala, kali ini Tebing Rungking. Arek-arek Young Pioneer dari Malang memanjat tebing Gajah Mungkur diseputaran dalam kawah Gunung Kelud. Kemudian tim Jayagiri dalam persiapannya ke Lhotse Shar di Nepal, mematok target memanjati semua pucuk-pucuk tebing sekeliling kawah Kelud tadi, tapi tak berhasil. Ekspedisi Lhotse Shar itu sendiri batal berangkat. Tebing Uluwatu dipanjat ekspedisi putri yang kedua, dari Mahitala Unpar. Kelompok MEGA Universitas Terumanegara melakukan Ekspedisi Marathon Panjat Tebing, beruntun di tebing-tebing Citatah, Parang, Gajah Mungkur, dan berakhir di Uluwatu, dalam waktu hampir sebulan, marathon panjat tebing pertama di Indonesia. Ekspedisi Putri Lipstick Aranyacala dia
Bambapuang, tapi musibah menimpa sebelum puncak tergapai. Ali Irfan Batubara, fotografer tim, tewas tergelincir dari ketinggian. Tahun ini tercatat tak kurang dari sepuluh kejuaraan panjat dinding diselenggarakan di Indonesia. Beberapa yang besar antara lain di Universitas Parahyangan Bandung, Universitas Trisakti Jakarta, ISTN Jakarta, di Markas Kopassus Grup I Serang, dua kali oleh Trupala SMA-6 (di Balai
Sidang dan Ancol), lalu SMA 70 Bulungan Jakarta, kelompok KAPA FT Ul, Geologi ITB.
Mapala Ul bikin 2 ekspedisi, Mount Cook (3764 m) di Selandia Baru dan Puncak McKinley (6149 m) di Alaska. Empat anggota Wanadri mengikuti kursus pendakian gunung es di Rainier Mountaineering Institute di AS, dilanjutkan dengan bergabung dengan ekspedisi AS ke Kangchenjunga di Himalaya. Di Alpen, Ekspedisi Wanita Alpen Indonesia berhasil pula merampungkan misinya, mendaki 5 puncak tertinggi di 5 negara Eropa, Mont Blanc (4807m, Perancis), Grand Paradiso (4601 m, Italia), Marts Rosa (4634 m, Swiss), Grossgiockner (3978 m, Austria) dan Zugsptee (2964 m, Jerman Barat). Akhir tahun ini ditutup dengan gebrakan Budi Cahyono melakukan pemanjatan solo di Tower III Tebing Parang. Artificial solo climbing pada big wall yang pertama di Indonesia.

1991
Aryati menjadi wanita Asia pertama yang berhasil menjejakkan kakinya di Puncak Annapurna IV, Himalaya, pada Ekspedisi Annapurna Putri Patria Indonesia. Tim Srikandi Tim Panjat Tebing Yogyakarta (6 orang) membuat jalur diBukit Tanggul, Tulung Agung, Jawa Timur.

1992
Dunia petualangan Indonesia kembali berduka karena kehilangan dua orang terbaiknya, Norman Edwin dan Didiek Syamsu, anggota Mapala UI tewas diterjang badai di Gunung Aconcagua, Argentina. Ekspedisi Pemanjat Putri Indonesia menjejakkan kakinya di Puncak Tebing Cima Ovest, Tre Cime, Italia. Ekspedisi Putri Khatulistiwa Tim Panjat Tebing Yogyakarta memanjat dinding utara Bukit Kelam, Sintang, Kalimantan Barat.

1997
Clara Sumarwati membuat kontroversi dalam pendakiannya di Everest, puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya. Banyak pihak yang meragukan kedua kakinya telah menjejak puncak tertinggi di dunia itu. Pratu Asmujiono anggota pendaki dari Kopassus menjadi orang pertama Indonesia yang menjejakkan kakinya di puncak tertinggi Himalaya, Everest. Asmujiono berangkat bersama tim Ekpedisi Everest Indonesia yang
merupakan gabungan anggota Kopassus dan pendaki sipil lainnya

Author

Twitter

 

Pengikut

IAN ADRIAN BLOG Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa